Selasa, 26 November 2013



Olahraga dan Makan Makanan Sehat Saja Tidak Cukup
Johannes Sutanto de Britto

Pemerhati Anti-Aging, dr. Deby Vinski AAMS (Jaringnews/Johannes Sutanto de Britto)
Pemerhati Anti-Aging, dr. Deby Vinski AAMS (Jaringnews/Johannes Sutanto de Britto)
Ongkos kesehatan diri mengorbankan ongkos kesehatan keluarga dan pendidikan anak.
JAKARTA, Jaringnews.com - Tahun 2025 angka pertumbuhan penduduk usia lanjut mencapai 40%. Sementara itu, angka harapan hidup penduduk Indonesia hanya mencapi 73,7 tahun. Angka-angka ini menunjukkan adanya beban yang tidak ringan untuk generasi saat ini dan kedepannya untuk menanggung generasi senior.

"Allah yang Mahakuasa memang penentu umur manusia. Menjadi tua adalah alamiah. Akan tetapi, dengan ilmu kedokteran anti-aging seseorang bisa menjadi tua dalam keadaan tetap sehat dan produktif. Oleh sebab itu, investasikan kesehatan sejak dini dengan hal sederhana. Hidup adalah pilihan," tegasnya saat mengawali penjelasan "Tips for Healthy Aging Women" di acara konferensi pers Panitia Super Women Summit dan Dewan Juri Super Woman Award Indonesia 2013 di Resto Kunstkring Paleis Menteng, Jakarta, Sabtu, 23/11.

Pemerhati Anti-Aging, dr. Deby Vinski AAMS, menyatakan bahwa seorang ibu memegang peranan penting bagi bangsa. Eksistensi suatu bangsa tak lepas dari keluarga dan seorang ibu menentukan kesehatan seluruh anggota keluarga dengan makanan-makanan yang bergizi.

"Meski demikian, itu semua tidak cukup. Olahraga dan makan makanan sehat saja tidak cukup," imbuhnya.

Sosialita Indonesia yang menjadi President World Council for Preventive Regeneration and Anti-Aging Medicine (WOCPM) yang berpusat di Paris, Perancis itu pun mengurai sejumlah tips untuk hidup sehat yaitu dengan melakukan balance diet dengan menu bervariasi, regular exercise, mengelola stres, makan buah-buahan dan sayur-syuran, menciptakan hubungan harmonis dengan pasangan, atasi stres, positive thinking dan membuat keputusan untuk bahagia.

"Rencanakanlah kesehatan sejak dini. Ongkos kesehatan diri (sudah masuk rumah sakit) mengorbankan ongkos kesehatan keluarga dan pendidikan anak. Investasikan kesehatan sejak dini," pungkas alumni Dressden International University Jerman  untuk Master of Preventive Medicine dengan predikat Cum Laude itu.